Biarkan Anak Kreatif Dengan Melakukan Hal Yang Dia Sukai



Kadang kita sebagai orang tua tidak menyadari kalau anak kita itu sebenarnya kreatif. Sebagian orang tua tidak bisa menilai kreatifitas anak dengan bijak karena menganggap tingkah laku anak itu membahayakan, bikin pusing, membuat rumah dan isinya berantakan, dan banyak hal negatif thinking yang dipikirkan orang tua, sehingga tidak bisa memberikan ruang bagi anak untuk mengembangkan ide, kreatifitas dan imajinasi mereka.

Contoh kecil saya masih sering menyaksikan orang tua yang membentak, memarahi bahkan sampai memukul jika anaknya naik ke atas kursi, meja ataupun mencoba untuk naik pohon. Pada dasarnya orang tua tentu kawatir dan tidak ingin jika anaknya celaka, tapi dengan sikap orang tua yang seperti itu sama sekali tidak mendidik dan tidak memberikan informasi yang positif pada si anak. Sehingga sikap kasar orang tua akan terekam sedikit demi sedikit oleh si anak sampai ia dewasa.
Contoh lain jika anak memegang pisau atau benda tajam, maka orang tua secara spontan langsung merebut pisau tersebut secara paksa bahkan kasar. Dengan cara seperti ini maka kasih sayang dan rasa kawatir orang tua tidak akan sampai pada si anak, karena tidak ada informasi positif yang didapatkan si anak. Alangkah baiknya jika orang tua memberitahukan terlebih dahulu kalau benda yang dipegang si anak itu berbahaya dan bukan mainan untuk anak-anak, kecuali kalau keadaannya memang sangat membahayakan boleh ambil dulu pisau tersebut dari si anak kemudian kasih informasi pada si anak tentunya dengan bahasa yang bisa dimengerti oleh anak.

Biarkan anak berimajinasi dengan mainannya yang dia dapat dari barang-barang yang ada di sekitarnya. Misalnya si anak ingin bermain otoped dengan menggunakan kardus, ember, jolang atau benda-benda lain. Kemudian kaki yang kanan diinjakkan pada media yang anak gunakan dan kaki kiri digunakan untuk mendorong agar benda yang dia injak bisa maju. Atau misal si anak ingin bermain bola basket dengan balon sebagai bola dan kursi plastik yang dipasang terbalik pada dinding yang dikait dengan paku sebagai keranjang. Kemudian si kecil melempar-lempar balon ke kursi sebagai keranjang.
Jika dilakukan oleh orang dewasa hal-hal tersebut merupakan akan tampak konyol, tapi jika dilakukan oleh anak itu adalah hal positif yang merupakan proses yang harus terus di arahkan oleh orang tuanya.

Lihat dan baca juga: Photo Lucu Bayi Tidur Terkurap Haura Sakhi 2 Bulan

By Hana Kres with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah memberi komentar...

  • Popular
  • Categories
  • Archives