Pengertian Asuransi Syariah Yang Anda Wajib Tahu



Materi kali ini kita akan menjelaskan pengertian asuransi syariah yang diambil dari artikelnya Syakirsula.
Kata “asuransi” sendiri berasal dari bahasa Belanda yaitu  “assurantie”. Dari kata assurantie kemudian muncullah istilah lain yaitu assuradeur bagi penanggung dan geassureerde bagi tertanggung.
Kita tidak membahas asuransi secara umum atau asuransi konvensional, kali ini kita akan fokus pada pengertian asuransi syariah (syari’ah).

Asuransi dalam bahasa Arab disebut “at-ta’min”. At-Ta`min sendiri diambil dari kata amana yang artinya memberi rasa aman, ketenangan, bebas dari rasa takut dan perlindungan. Muncul pula istilah lain yaitu mu`ammin yang artinya penanggung dan  mu`amman lahu atau musta`min yang artinya tertanggung.
Firman Allah swt (QS. Quraisy,106:4)
Artinya: “Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”
Dari firman Allah swt di atas muncullah kata-kata yang berdekatan:
  • al-amanatu minal khaufi artinya: aman dari rasa takut
  • al-imanu dhiddal kufur artinya: iman lawan kata dari kufur
  • al-amanatu dhiddal khiyanah artinya: amanah lawan kata dari khianat
  • i’thoul amanah/al-amana artinya: memberi rasa aman
Kemudian At-Ta`min atau men-ta’min-kan didefinisikan: menyerahkan atau membayar uang cicilan supaya dia atau ahli warisnya mendapatkan sejumlah uang sesuai dengan kesepakatan, atau mendapatkan ganti rugi harta yang hilang. Misalnya “seseorang mengasuransikan hidupnya, rumah atau mobilnya”.
Dalam Islam ada tujuan yang menjadi kebutuhan yang sangat mendasar yaitu al amnu (keamanan) dan al kifayah (kecukupan). Salah satu firman Allah swt mengatakan: “… Dialah Allah yang mengamankan mereka dari ketakutan”. Sebagian masyarakat menilai bahwa salah satu bentuk keamanan yaitu bebas dari lapar, al amnu al qidza`I artinya aman komsumsi. Dari prinsip ini Islam mengajarkan pada ummatnya supaya mencari rasa aman baik untuk dirinya atau untuk keluarganya dimasa mendatang. Hal ini sesuai dengan nasehat Rasul kepada Sa`ad bin Abi Waqash agar mensedekahkan hartanya hanya sepertiganya dan selebihnya untuk keluarganya agar mereka tidak menjadi beban orang lain.
Sehingga asuransi dilihat dari segi teori dan sistem sangat relevan dengan tujuan umum syariah yaitu sebuah gabungan kesepakatan untuk saling tolong menolong, yang diatur dengan sistem yang sangat rapih. Tujuannya yaitu untuk menghilangkan atau meringankan kerugian dari peristiwa-peristiwa yang tidak diinginkan yang bisa terjadi setiap saat.
Dalam fatwanya Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI memberi defenisi tentang asuransi. [Pengertian Asuransi syariah (Ta`min, Takaful, Tadhamun) yaitu usaha  saling melindungi dan tolong menolong diantara sejumlah orang / pihak melalui investasi dalam bentuk asset dan atau tabarru` yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi resiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan syariah.]
Melihat definisi diatas bisa disimpulkan bahwa asuransi syariah sifatnya tolong menolong dan saling melindungi (ta`awun). Prinsip hidup saling tolong menolong dan melindungi atas dasar ukhuwah islamiyah antar sesama anggota Asuransi Syariah dalam menghadapi musibah atau malapetaka yang tidak diharapkan (resiko).
Premi Asuransi Syariah yaitu dana yang dibayar oleh anggota yang terdiri dari Dana Tabungan dan Tabarru’. Dana Tabungan (life insurance) yaitu dana yang merupakan titipan dari anggota Asuransi Syariah, dan dari pendapatan bersih pada tiap tahunnya akan mendapat alokasi bagi hasil (al mudharabah). Dana tabungan dan alokasi bagi hasil dikembalikan pada anggota jika anggota mengajukan klaim, baik berupa klaim nilai tunai atau klaim manfaat asuransi. Sedangkan Tabarru’ yaitu derma atau dana kebajikan yang diberikan dan diikhlaskan para aggota asuransi apabila sewaktu-waktu dipergunakan untuk membayar klaim atau manfaat asuransi [ife maupun general insurance].

Sumber: Syakirsula.com/index.php?option=com_content&view=article&id=157:-pengertian-asuransi-syariah-at-tamin&catid=32:asuransi-syariah&Itemid=76 

By Hana Kres with No comments

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah memberi komentar...

  • Popular
  • Categories
  • Archives